Guru ngajiku pernah memberi nasehat:
“Lek pengen wong tua mu awet urip yo jamonono, lek pengen wong tuomu ndang mati yo ke’ono racun.
Jamune wong tuo kuwi opo? yoiku manuto opo sing diomongne wong tuamu, gaweo bungah marang wong tuo.
Lek pengen ngeracun piye? yo engkelen terus opo sing diomongne wong tuomu, gaweo loro ati marang wong tuo”
Terjemahan:
“Kalau ingin orang tuamu umur panjang berilah jamu kepada mereka, kalau ingin orang tuamu cepat mati beri saja racun.
Jamu buat orang tua yang dimaksud itu apa? Yaitu selalu turuti apa yang dikatakan oleh orang tuamu, bikin mereka bahagia.
Kalau ingin meracuni bagaimana? Terus bantah semua omongan orang tuamu, sakiti hati mereka”
Nasehat ini yang selalu aku ingat, dan menjadi dasarku untuk terus membuat mereka bahagia. Jika tak mampu memberi materi, maka cukup kabar gembira yang selalu ku kirim. Jika kabar gembira pun tidak ada, maka tidak membuat mereka sedih itulah yang minimal bisa kulakukan. Hidup jauh diperantauan, jauh dari kedua orang tua yang biasa memberi kita nasehat adalah hal yang menjadi tantangan bagi setiap orang. Setiap orang ditantang untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bermoral luhur tanpa dikte dari orang tua.
Aku ingin mereka berumur panjang dan hidup selalu bahagia. Amiin..