Nasehat Untuk Anak

Guru ngajiku pernah memberi nasehat:

“Lek pengen wong tua mu awet urip yo jamonono, lek pengen wong tuomu ndang mati yo ke’ono racun.

Jamune wong tuo kuwi opo? yoiku manuto opo sing diomongne wong tuamu, gaweo bungah marang wong tuo.

Lek pengen ngeracun piye? yo engkelen terus opo sing diomongne wong tuomu, gaweo loro ati marang wong tuo”

Terjemahan:

“Kalau ingin orang tuamu umur panjang berilah jamu kepada mereka, kalau ingin orang tuamu cepat mati beri saja racun.

Jamu buat orang tua yang dimaksud itu apa? Yaitu selalu turuti apa yang dikatakan oleh orang tuamu, bikin mereka bahagia.

Kalau ingin meracuni bagaimana? Terus bantah semua omongan orang tuamu, sakiti hati mereka”

Nasehat ini yang selalu aku ingat, dan menjadi dasarku untuk terus membuat mereka bahagia. Jika tak mampu memberi materi, maka cukup kabar gembira yang selalu ku kirim. Jika kabar gembira pun tidak ada, maka tidak membuat mereka sedih itulah yang minimal bisa kulakukan. Hidup jauh diperantauan, jauh dari kedua orang tua yang biasa memberi kita nasehat adalah hal yang menjadi tantangan bagi setiap orang. Setiap orang ditantang untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bermoral luhur tanpa dikte dari orang tua.

Aku ingin mereka berumur panjang dan hidup selalu bahagia. Amiin..

Apa Kau Menikmati Hidupmu?

Ada banyak cara untuk menikmati hidup..

Dalam perspektif penulis, menikmati hidup tidak identik dengan berfoya-foya membelanjakan uang dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Bersenang-senang tidak identik dengan menikmati hidup, karena bersenang-senang kadang hanya bersifat sementara. Tapi menikmati hidup dapat membuat kita benar-benar senang.

Menikmati hidup tidak harus menunggu waktu luang yang panjang untuk pergi liburan, punya banyak uang untuk belanja apa saja yang diinginkan, dan banyak teman untuk bisa ngumpul-ngumpul bareng. Semua itu memang salah satu cara yang biasa dilakukan. Tapi sadarkah kita bahwa kita dapat menikmati hidup kita kapan saja. Tanpa semua itu pun bisa.

Merasakan udara yang kita hirup dengan senang hati adalah bentuk kita menikmati hidup. Simpel memang, tapi sering di luar kesadaran sehingga kita acuh akan kenikmatan2 yang sebenarnya dapat dihasilkan dari tubuh kita sendiri, KAPAN SAJA. Seringkali kita terobsesi dengan kesenangan orang lain yang belum tentu akan membuat kita senang juga, yang belum tentu dapat membuat kita benar-benar menikmati hidup.

Cobalah nikmati apa yang sedang kau lakukan saat ini bagaimanapun keadaanmu itu, maka akan terasa hidup memang benar-benar  nikmat.

Terima kasih Tuhan.

« Older entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.